Home »

Selamat Datang

Semoga Bisa Membantu dan Mohon Kritik dan Saran

Kamis, 03 Desember 2009

Home » , , , , , , , » Epidemiologi

Epidemiologi

1. Konsep Epidemiologi

          Ada beberapa profesional kesehatan masyarakat yang memandang epidemiologi sebagai ilmu penegetahuan. Profesional lainnya memandang epidemiologi sebagai suatu metode bukan sebagai ilmu murni karena ketidakjelasan definisi mengenai bidang ilmunya. Pada makala ini kami memaparkan beberapa pengertian dari epidemiologi dari berbagai pendapat-pendapat para profesional.
          Epidemiologi sendiri berasal dari bahasa Yunani,yaitu: Epi berarti berkaitan, Demos adalah masyarakat dan daerah, Logos adalah ilmu. Jadi epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dalam masyarakat.
          Epideomologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakit dialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.
          “Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat, penyebab, pengendalian, dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit ,kecacatan,dan kematian dalam populasi manusia “. ( Epidemiologi Suatu Pengantar Edisi 2,Thomas C.Timmreck,PhD)
          “Epidemiologi ialah ilmu yang mempelajari distribusi penyaki dan determinan yang mempengaruhi frekuensi penyakit pada kelompok manusia”. (Mac mahon,B & Pugh,T.F.,1970)
          “Epidemiologi ialah studi tentang faktor yang menentuksn frekuensi dan distribusi penyakit pada populasi manusia”. (Lowe C.R & Koestrzewski)
          “Epideomolgi ialah ilmu yang mempelajari distribusi penyakit atau keadaan fisiologi pada penduduk dan derterminan yang mempengruhi distrubusi tersebut”. (Lilienfeld A.M.,& D.E. Lilienfeld,1980)
          
          Ada juga pengertian Epidemologi yang ditinjau dari berbagai aspek , seperti:

          1. Aspek Akademik

          Secara akademik, epidemiologi berarti analisis data kesehatan, sosial ekonomi, dan kecendrungan yang terjadi untuk mengadakan identifikasi dan interpretasi perubahan-perubahan keadaan kesehatan yang terjadi di masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu .


          2. Aspek Praktis

          Ditinjau dari segi praktis, epidemiologi merupakan ilmu yang ditujukan pada upaya pencegahan penyebaran penyakit yang menimpa individu, kelompok atau masyarakat umum.

          3. Aspek Klinis

          Ditinjau dari aspek klinis, epidemiologi berarti suatu usaha untuk mendeteksi secara dini perubahan insidensi atau prevalensi melalui penemuan klinis atau laboratoris pada awal kejadian luar biasa atau timbulnya penyakit baru seperti, karsinoma vagina pada gadis remaja atau AIDS yang awalnya ditemukan secara klinis.
          
          4. Aspek Administratif

          Epidemiologi secara administratif berarti suatu usaha untuk mengetahui status kesehatan masyarakat di suatu wilayah /negara agar dapat diberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
          Dari berbagai pendapat diatas, kami menyimpulkah bahwa, Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan faktor penyebab atau sumber dari penyakit, sindrom, kondisi, atau resiko yang menyebabkan penyakit, cedera, cacat atau kematian dalam populasi atau dalam suatu kelompok manusia.

• Tujuan Epideomologi

          Menurut Lilienfeld dan Lilienfeld ,ada 3 tujuan umum studi epidemiologi , yaitu :
  1. Untuk menjelaskan etiologi (studi tentang penyebab penyakit )
  2. Untuk menentukan apakah data epidemiologi yang ada memang konsisten dengan hipotesis yang diajukan dan dengan ilmu pengetahuan ,ilmu perilaku, dan ilmu biomedis .
  3. Untuk memberikan dasar bagi pengembangan langkah- langkah pengendalian dan prosedur pencegahan bagi kelompok dan populasi yang beresiko .
• Epidemiologi Juga Bertujuan Untuk :

  1. Menentukan kebutuhan akan program-program pengendalian penyakit 
  2. Untuk mengembangkan program pencegahan dan kegiatan perencanaan layanan kesehatan, serta untuk menetapkan pola penyakit endemik, epidemik dan pandemik .
  3. Mengembangkan landasan dan membuktikan keefektifan tindakan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit, kondisi, ketidakmampuan, cedera dan kematian yang mempengaruhi kelompok masyarakat
  4. Mengembangkan hipotesis untuk memperlihatkan pola penyebaran penyakit berdasarkan karakteristik manusia.
  5. Untuk menguji validitas dan reabilitas konsep dan asumsi yang menjadi dasar dibentuknya metode pencegahan dan pengendalian .
  6. Untuk membantu klasifikasi kondisi,kesakitan , dan penyakit ke dalam kelompok –kelompok yang memiliki karakteristik etiologi ,faktor dan gambaran klinis yang sama.
  7. Menggambarkan penyakit secara komprehensif & dinamis, tidak hanya mencakup wabah tetapi juga antara periode terjadinya wabah secara sporadis dan endemis

• Peran Epideomologi Dalam Bidang Kedokteran Dan Kesehatan Masyarakat 

          Digunakan Hal-Hal Berikut :
  1. Mengungkapkan penyebab penyakit
  2. Meneliti hubungan sebab akibat antara timbulnya penyakit dengan determinan yang menpengaruhinya
  3. Meneliti perjalanan penyakit alamiah
  4. Mengembabgkan indeks deskritif untuk menyatakan tinggi rendahnya isi insidensi atau prevalensi suatu penyakit disuatu wilayah yang dapat dibandingkan dengan wilayah lain.
  5. Penemuaan berbagai penyakit, seperti : scorbut, pellagra, dan kolera.
  6. Menetukan hubungan antara rokok dengan penyakit koroner, karsinoma, paru- paru dan hipertensi
  7. Hubungan antara air dan makanan dengan penyakit kolera
  8. Hubungan antara pil kb dan tromboflebitis
  9. Hubungan antara penyakit herediter, seperti hemophilia dan sickle cell anemia dengan rasa tau etnik tertentu

• Dalam Bidang Kesehatan Masyarakat 

          Epideomologi Mempunyai Peran Yang Sangat Besar Karna Hasil Studi Epidemiologi Dapat Digunakan Untuk :
  1. Mengadakan analisis perjalanan penyakit dimasyarakat serta perubah-perubahaan yang terjadi akibat intervensi alam atau manusia.
  2. Mendeskripsi pola penyakit pada berbagai kelompok masyarakat
  3. Mendeskripsi hubungan antara dinamika penduduk dengan penyebaran penyakit

• Dari Faktor –Faktor Diatas Maka Hasil Studi Epideomologi Dapat Digunakan :

  1. Mendiagnosis kebutuhan pelayanan kesehatan pada masyarakat dan mengadakan prediksi kebutuhan pelayanan kesehatan dimasa yang akan datang serta menentukan prioritas masalah kesehatan
  2. Bahan pertimbagan dalam pelaksanaan program layanan kesehatan seperti pengobatan, pencegahan, dan penanggulangan masalah keehatan di masyarakat
• Faktor-Faktor Epidemiologi Yang Dapat Mempengaruhi Terjadinya Suatu Penyakit 

          1. Cuaca

          Iklim dan musim merupakan faktor utama yang mempengaruhi terjadinya penyakit infeksi. Agent penyakit tertentu ditemukan terbatas pada daerah geografis tertentu juga karena mereka membutuhkan reservoir dan vektor untuk kelangsungan hidupnya. Iklim dan variasi dan musim dapat mempengaruhi kehidupan agens penyakit, reservoir dan vektor. Selain itu prilaku manusia juga dapat meningkatkan transmisi juga dapatmenyebabkan kerentanan terhadap penyakit infeksi.
          
          2. Vektor

          Organisme hidup yang dapat menularkan agens penyakit dari satu hewan ke hewan lain atau ke manusia disebut sebagai vektor. Arthtropoda merupakan vektor penting didalam penularan parasit dan virus dan virus yang spesifik. Nyamuk merupakan vektor penting untuk penularan virus yang menyebabkan ensefalitis pada manusia. Nyamuk mengisap darah dari reservoir yang terinfeksi . Agens penyakit ini kemudian ditularkan pada reservoir yang lain atau pada manusia.
          Ricketsia merupakan parasit intraseluler obligat yang mampu hidup diluar jaringan hewan dan dapat ditularkan antar-hewan oleh vektor. Rat fleas,body lice, dan wood tick adalah vektor arthropoda yang menyebabkan penularan penyakit yang disebabkan ricketsia.

          3 Reservoir

          Hewan-hewan yang menyimpan kuman patogen sementara hewan itu sendiri tidak terkena phewan yang dapat hidup enyakit disebut reservoir. Reservoir untuk arthropodborne disease adalah hewan yang dapat hidup bersama dengan patogen.Hewan pengerat dan kuda merupakan reservoir untuk virus ensefalitis. Penyakit ricketsia merupakan arthropodborne disease yang hidup didalam reservoir alamiah. Tikus,Anjing,Srigala, dan manusia merupakan reservoir untuk penyakit ini.Pada banyak kasus,patogen mengalami multiplikasi didalam vektor atau reservoir tanpa menyebabkan kerusakan pada hospes intermediat nya.

4. Geografis

          Insidensi penyakit yang ditularkan arthropoda berhubungan langsung dengan daerah geografis tempat reservoir dan vektor berbeda. Bertahan hidupnya agens penyakit bergantung pada iklim (suhu,kelembaban dan curah hujan) dan fauna lokal.
          Varasi musim juga memengaruhi penyebaran penyakit melalui arthropoda. Contoh , Virus dengue mditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes selama musim penghujan karena musim tersebut merupakan saat terbaik bagi nyamuk untuk berkembang biak.Dengan demikian,wabah penyakit dengue ini terjadi antara akhir tahun sampai a wal tahun depan (September sampai maret).


          5 Perilaku Manusia

          Interaksi antar-manusia,kebiasaan manusia untuk membuang sampah secara sembarangan ,kebersihan individu dan lingkungan dapat menjadi penyebab penularan penyakit bawaan arthopoda (arthopodborne disease).

          6 Jenis Vektor

          Arthopoda,berasal dari bahasa “arthro” dan pous” ,merupakan suatu filumkerajaan binatang.Hewan yang termasuk dalam filum ini memiliki organ dengan lubang eksoskeleton yang bersendi dan keras serta tungkai yang bersatu.Anggota filum ini antara lain kelas insecta , kelas arachnida, serta kelas crustacea, yang kebanyakan spesiesnya penting secara medis, baik itu sebagai parasit maupun sebagai vektor organisme yang dapat menularkan penyakit pada manusia.


2. Mengetahui Penyebaran Wabah Penyakit Dari Suatu Wilayah

          Untuk mengetahui penyebaran wabah penyakit dari sutu wilayah, sebagai para medis harus mengetahui Etiologi, distribusi dan frekuensi penderita penyakit tersebut dalam suatu mayarakat. Etiologi adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penyebab penyakit, Distribusi yaitu proses dan vektor penyebaran wabah tersebut, dan Frekuensi dari masyarakat yang terkena wabah tersebut dalam wilayah.Terdapat 3 wilayah, yaitu :
          
          1. Endemi

          adalah berlangsungnya suatu penyakit pada tingkatan yang sama atau keberadaan suatu penyakit yang terus menerus di dalam populasi atau wilayah tertentu. Prevalensi suatu penyakit yang biasa berlangsung di satu wilayah atau kelompok tertentu.

          2. Epidemi
          
          adalah wabah atau munculnya penyakit tertentu yang berasal dari satu sumber tunggal dalam satu kelompok, populasi, masyarakat,atau wilayah yang melebihi tingkatan kebiasaan yang diperkirakan.

          3. Pandemi

          adalah epidemi yang menyebar luas melintasi negara, benua, atau populasi yang besar, kemungkinan seluruh dunia.

          4.Outbreak

          Suatu episode dimana terjadi dua atau lebih penderita suatu penyakit yang sama dimana penderita tersebut mempunyai hubungan satu sama lain.penyakit pandemi.

• Hal –hal yang mempercepat penyebaran penyakit meliputi :
  1. Bertambahnya pemukiman baru yang dibutuhkan penduduk dengan akibay bertambahnya tempat sarang penyakit
  2. Mudahnya transportasi memudahkan penyebaran penyakit karna mobolitas penduduk yang tinggi
  3. Terjadinya perubahan tata kehidupan masyarakat mengakibatkan perubahan pada pola penghidupan yang memudahkan terjadinya berbagai penyakit

3. Mengetahui Faktor Terjadinya Wabah Penyakit


          Segitiga epidemilologi tersebut ,kita harus memahami istilah yang digunakan pada segitiga tersebut,  yaitu :
          Agent adalah penyebab penyakit . Bakteri, virus,parasit,jamur atau kapang merupakan berbagai agens yang ditemukan sebagai penyebab penyakit infeksius. Agen sebagai faktor penyebab penyakit dapat berupa unsur hidup atau mati .
Agen berupa unsur hidup terdiri dari :
1. virus 4. parasit
2. bakteri 5. protozoa
3. jamur 6. metazoa
          Agen berupa unsur mati terdiri dari :
1. fisika : sinar radioaktif
2. kimia : karbon monoksida , obat-obatan ,dll
3. fisik : benturan atau tekanan
2. Host /Penjamu adalah organisme , biasanya manusia atau hewan yang menjadi tempat persinggahan penyakit. 
          Faktor penjamu yang merupakan faktor risiko untuk timbulnya penyakit adalah sebagai berikut :
1. Genetik , mis : penyakit herediter seperti hemophilia ,dll
2. Umur , mis : usia lanjut mempunyai risiko untuk terkena karsinoma , jantung ,dll.
3. Jenis kelamin ,mis : penyakit kelenjar gondok , diabetes melitus (cenderung terjadi pada wanita) , jantung dan hipertensi (cenderung menyerang laki2)
4. Keadaan fisiologi ,mis: kehamilan
5. Kekebalan
6. Penyakit yng diderita sebelumnya
7. Sifat-sifat manusia
3. Environment adalah segala sesuatu yang mengelilingi dan juga kondisi luar manusia atau hewan yang menyebabkan atau memungkinkan penularan penyakit .




• Faktor Lingkungan Dapat Berupa :

1 Lingkungan Fisik , contohnya : geografik dan keadaan musim
2 Lingkungan Biologis , cth : semua makhluk hidup disekitar manusia
3 Lingkungan sosial ekonomi ,cth : pekerjaan , urbanisasi, perkembangan ekonomi, bencana alam .

• Salah Satu Cara Pencegahan Wabah Penyakit
          
           Promosi
Penyuluhan kesehatan, pemasangan papan reklame kesehatan.
           General and Specific Protection
Imunisasi dan Isolasi Penderita .
           Penegakan Diagnosis Secara Dini Dengan Cepat dan Tepat
Pengenalan tanda-tanda suatu penyakit.
           Pembatasan Kecacatan
Pengenalan cara-cara penanganan penyakit ditinjau dari sudut internal dan eksternal.


4 Mengetahui Cara Pencegahan Wabah Penyakit

          Ada 3 tahapan pencegahan ,yaitu :

1. Pencegahan Primer

          Meliputi segala kegiatan yang dapat menghentikan kejadian suatu penyakit atau gangguan sebelum hal itu terjadi . Promosi kesehatan, pendidikan kesehatan dan perlindungan kesehatan adalah aspek utama di dalam pencegahan primer.

2. Pencegahan Sekunder

          Lebih ditujukan kepada kegiatan skrining kesehatan dan deteksi untuk menemukan status patogenik setiap individu di dalam populasi. Pencegahan sekunder ini dapat dilakukan dengan cara mendeteksi penyakit secara dini dan pengadakan pengobatan yang cepat dan tepat. Deteksi penyakit secara dini dapat dilakukan denga cara :
• Penyaringan
• Pengamatan Epideomologi
• Survei Epideomologi
• Memberi pelayanan kesehatan sebaik-baiknya pada sarana pelayanan umum atau praktek dokter swasta

3. Pencegahan Tersier

          Juga mencakup pembatasan terhadap segala ketidakmampuan dengan menyediakan rehabiliatasi saat penyakit, cedera, atau ketidakmampuan sudah terjadi dan menimbulkan kerusakan .
• Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan :
1 Memaksimalkan fungsi organ yang cacat
2 Membuat protesa ekstremitas akibat amputasi
3 Mendirikan pusat –pusat rehabilitas medik

• Pembagian Wabah Menurut Sifatnya :
           1. Common Source Epidemic
          Adalah suatu letusan penyakit yang disebabkan oleh terpaparnya sejumlah orang dalam suatu kelompok secara menyeluruh dan terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Adapun Common Source Epidemic itu, biasa pada letusan keracunan makanan, polusi kimia di udara terbuka.
          
          2.Propagated/Progresive Epidemic
          Propagated atau progressive epidemic terjadi karena adanya penularan dari orang ke orang baik langsung maupun melalui vector, relatif lama waktunya, dipengaruhi oleh kepadatan penduduk serta penyebaran masyarakat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar